Text
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 0-24 Bulan di Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Tahun 2023
Stunting memiliki dampak pada pertumbuhan penduduk yaitu akan menyebabkan menurunnya produktivitas sumber daya manusia. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 adalah 27,7%. Persentase ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan nilai yang ditetapkan WHO pada kejadian stunting di suatu negara yaitu sebesar 20%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Umur 0-24 Bulan Di Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Tahun 2023. Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak dengan usai 0-24 bulan yaitu sebanyak 340 anak. Pengelolaan data dilakukan secara ststistik menggunakan analisis univariat dan analisis biavariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Pendidikan ibu (P-Value 0,033), bayi berat lahir rendah (BBLR) (P-Value 0,044), Jenis Kelamin (P-Value 0,045), dan Status Ekonomi (P-Value 0,033), terhadap kejadian stunting sedangkan faktor Usia ibu (P-Value 0,131), ASI Eksklusif (P-Value 0,430) dan MP ASI (P-Value 0,184) tidak berhubungan. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara Pendidikan ibu, bayi berat lahir rendah (BBLR), , Jenis Kelamin, dan Status Ekonomi terhadap kejadian stunting Pada Anak Umur 0-24 Bulan Di Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Tahun 2023.
No other version available