Text
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir di RSIA Budhi Asih Purwokerto Tahun 2021
Latar Belakang: Ikterus neonatorum menjadi salah satu komplikasi infeksi pada bayi lahir yang ditandai dengan tingginya kadar bilirubin serum sebanyak >5mg/dL. Kejadian ikterus pada bayi baru lahir dapat menyebabkan beberapa masalah pada bayi sehingga diperlukan adanya pengelolaan ikterus pada bayi baru lahir dengan baik dan benar melalui pendekatan penatalaksanaan yang sistematis dengan memperhatikan resiko dan faktor yang mempengaruhi. Kejadian ikterus pada Bayi Baru Lahir (BBL) dapat disebabkan karena 3 faktor risiko meliputi faktor maternal, faktor perinatal dan faktor neonatal.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ikterus pada bayi baru lahir di RSIA Budhi Asih Purwokerto Tahun 2021.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan jumlah 227 data rekam medis semua bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia di RSIA Budhi Asih tahun 2021. Instrumen penelitian menggunakan lembar cheklist. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kejadian ikterus pada bayi baru lahir berdasarkan derajat kern sebagian besar dalam kategori derajat IV (63%), faktor jenis persalinan dengan kejadian ikterus memiliki nilai p-value sebesar 0.707, faktor trauma lahir dengan kejadian ikterus memiliki nilai p-value sebesar 0.394, faktor umur kehamilan dengan kejadian ikterus memiliki nilai p-value sebesar 0.000, faktor berat badan lahir dengan kejadian ikterus memiliki nilai p-value sebesar 0.000 dan faktor riwayat asfiksia dengan kejadian ikterus memiliki nilai p-value sebesar 0.028.
Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi kejadian ikterus pada bayi baru lahir adalah umur kehamilan, berat badan lahir dan asfiksia
No other version available