Text
Pengaruh Program Happy Being Me Terhadap Citra Tubuh Dan Harga Diri Pada Remaja Perempuan
Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana sistem reproduksi mulai berkembang, hal ini ditandai oleh perubahan yang signifikan terhadap fisiknya. Remaja kerap kali merasa gemuk atau terlalu kurus, kulit tidak putih, hidung pesek, berjerawat serta lain sebagainya. Berbagai gambaran bentuk tubuh membuat remaja selalu cemas, malu dan kurang percaya diri terkait penampilan fisiknya. Salah satu upaya meningkatkan citra tubuh dan harga diri dengan program Happy Being Me. Happy Being Me adalah adalah serangkaian program edukasi terkait citra tubuh, harga diri dan afirmasi positif.
Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh program Happy Being Me terhadap citra tubuh dan harga diri pada remaja perempuan.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi-eksperimental with One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian remaja perempuan kelas X di SMK N 1 Kalibagor berjumlah 67 responden dengan metode cluster random sampling. Instrumen berupa kuesioner Multidimensional Body-Self Relation Questionnaire Appearance Scale (MBRSQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Task Rank.
Hasil: Mayoritas usia remaja perempuan kelas X di SMK N 1 Kalibagor berusia 15 tahun sebanyak 44 (67,7%). Citra tubuh positif 60 (92,3%) responden dan citra tubuh negatif 5 (7,7%) responden, sedangkan harga diri tinggi 57 (87,7%) responden dan harga diri rendah 8 (12,3%) responden. Hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan p value 0,00 < 0,05.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh program Happy Being Me terhadap citra tubuh dan harga diri pada remaja perempuan kelas X di SMK N 1 Kalibagor.
No other version available