Text
Hubungan Tingkat Adversity Quotient Dengan Tingkat Burnout Pada Perawat Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
Latar Belakang:. Burnout merupakan sindrom kelelahan, baik secara fisik maupun mental yang terkait dengan perkembangan konsep diri yang negatif, kurangnya konsentrasi dan perilaku kerja yang negatif. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi burnout yaitu kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Kemampuan yang dimiliki individu untuk mengelola, mengatasi dan merespon permasalahan atau hambatan disebut dengan adversity quotient.
Tujuan: Penelitian ini mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan burnout pada perawat di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 50 perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan uji statistik spearman rank.
Hasil: Hasil penelitian ini di dapatkan tingkat adversity quotient pada kategori berat sebanyak 12 orang (24%), dan tingkat burnout berat 24 orang (48%), dan berdasarkan uji spearman rank di dapat nilai p value 0.000 (p < 0.05) berarti signifikan, dan nilai person corelation yaitu -0,775 yang berarti berkorelasi sangat kuat.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan burnout di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
No other version available