Text
Hubungan Critical Thinking Perawat Dengan Kesesuaian Penentuan Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Di Ruang Bedah RSUD Banyumas
Latar belakang: Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis terhadap respon dari masalah kesehatan dan salah satu bagian penting dalam dokumentasi keperawatan. Untuk mencapai proses keperawatan yang optimal, critical thinking (berpikir kritis) sangat diperlukan oleh perawat untuk menentukan diagnosa keperawatan sebagai akuntabilitas dan kualitas perawat dalam membuat asuhan keperawatan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan critical thinking perawat dengan kesesuaian penentuan diagnosa keperawatan pada pasien post operasi diruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel berjumlah 30 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dan kuesioner, analisis data menggunakan uji chi square α=0,05 untuk mengetahui kolerasi antar variable.
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan nilai critical thinking dalam kategori baik 18 responden (60%) dan kesesuaian penentuan diagnosa keperawatan dalam kategori sesuai 18 (60%). Tidak ada hubungan critical thinking perawat dengan kesesuaian penentuan diagnosa keperawatan pada pasien post operasi diruang bedah RSUD Banyumas, X2(df(1)=0,023, P= 0,879) dan nilai OR=1,122 (95%CI:0,104-2,631)
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara critical thinking perawat dengan kesesuaian penentuan diagnosa keperawatan pada pasien post-op diruang bedah RSUD Banyumas
No other version available