Text
Pengaruh Konseling Dengan Media KLOP Dan ABPK Terhadap Motivasi Penggunaan KB Pasca Bersalin Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Kebasen
Latar Belakang: Salah satu program Keluarga Berencana untuk menurunkan AKI yaitu dengan KB Pasca Persalinan. Penggunaan KB Pasca Persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor pengetahuan. Konseling KB berpengaruh terhadap motivasi penggunaan kontrasepsi pasca persalinan. Media yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk melakukan konseling adalah KLOP (Kriteria Kelayakan Medis Kontrasepsi) dan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK).
Tujuan: Mengetahui Pengaruh Konseling dengan Media KLOP dan ABPK terhadap Motivasi Penggunaan KB Pasca Bersalin pada Ibu Nifas di Puskesmas Kebasen.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain quasy experiment dengan jenis pretest-posttest design with control group. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 50 ibu nifas di Puskesmas Kebasen yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon, dan uji mann-whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara motivasi penggunaan KB pasca bersalin pada ibu nifas sebelum diberikan konseling media KLOP dan ABPK di Puskesmas Kebasen (p value: 0.789 > 0.05). Ada perbedaan yang signifikan antara motivasi penggunaan KB pasca bersalin pada ibu nifas sesudah diberikan konseling media KLOP dan ABPK di Puskesmas Kebasen (p value: 0.000 ≤ 0.05).
Kesimpulan: KLOP lebih efektif meningkatkan motivasi penggunaan KB pasca bersalin dari pada ABPK.
No other version available