Text
Perbandingan Senam Yoga dan Senam Ergonomik Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Usia 60 - 74 Tahun Di Desa Karangklesem
Latar Belakang : Hipertensi adalah keadaan dimana naiknya tekanan darah secara terus-menerus terhadap pada batasan normal yang menghasilkan tekanan darah sistoliknya bertambah lebih dari 140 mmHg serta pada diastoliknya bertambah lebih dari 90 mmHg. Sedangkan pada orang yang sudah berumur lebih tekanan darahnya berada sekitar 90-140 mmHg kemudian pada tekanan darah diastoliknya berada sekitar 60-90 mmHg. Bertambahnya umur dapat menjadi pengaruh terjadinya peningkatan tekanan darah karena elastisitas pembuluh darah yang menurun sehingga pembuluh darah perlahan-lahan menyempit dan menghambat aliran darah sistemik ke setiap organ tubuh, sehingga lansia sangat beresiko tinggi menderita penyakit hipertensi.
Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan senam yoga dan senam ergonomik terhadap perubahan tekanan darah pada lansia
Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain pada penelitian ini yaitu desain pre eksperimental dengan pendekatan two grup pretest- posttest design. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden 28 orang
Hasil : berdasarkan hasil uji mann-whitney nilai mean rank pada kelompok senam ergonomic lebih besar dibandingkan senam yoga, mean rank sistolik pada senam ergonomik sebasar 21.50, diastolik sebasar 19,71 dan sistolik pada senam yoga sebasar 7,50 dan diastolik sebasar 9,29. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senam ergonomik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dibandingkan kelompok dengan perlakuan senam yoga
Kesimpulan : Senam ergonomik lebih efektif jika dibandingkan dengan senam yoga untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi.
No other version available