Text
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Desa Kedungwuluh Lor Kecamatan Patikraja
Latar Belakang: Lansia adalah usia seseorang yang telah mencapai lebih dari 60 tahun dengan proporsi mencapai 5,29% total penduduk. Salah satu perubahan fisik, psikososial, dan spiritual adalah perubahan kualitas tidur dan gejala depresi. Kualitas tidur yang buruk pada lansia menimbulkan konsentrasi yang buruk, gangguan aktivitas sehari-hari, penyakit fisik, masalah psikologis, peningkatan gejala depresi dengan gejala fungsional seperti kesedihan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada lansia yang ada di Desa Kedungwuluh Lor Kecamatan Patikraja.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah lansia yang berusia 60-79 tahun dengan jumlah 79 responden dengan metode simple random sampling pada bulan mei sampai juni 2023. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner dan wawancara dengan uji chi square.
Hasil: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun (60,8%), sebagian besar dengan jenis kelamin perempuan (89,9%), tingkat pendidikan SD (67,1%), dengan status tinggal sendiri (39,2%), tidak bekerja (55,7%), kualitas tidur >5 = buruk (77,2%), tingkat depresi sedang (43,0%) sehingga didapatkan hasil analisa chi square = (p value 0,018 < 0,05) =Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada lansia.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada lanjut usia di Desa Kedungwuluh Lor Kecamatan Patikraja. Oleh karena itu kualitas tidur yang dimiliki lansia akan berpengaruh pada tingkat depresi.
No other version available