Text
Hubungan Restless Leg Syndrome Dan Gangguan Pola Tidur Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa
Latar Belakang: Kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisinya dalam kehidupan, dimana ia memiliki tujuan, harapan dan standar hidup dalam budaya dan sistem nilainya. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti umur, pendidikan, status perkawinan, keluarga dan penyakit. Salah satu penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup adalah CKD.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi karakteristik responden, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hubungan restless leg syndorme dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner IRLSS, PSQI, dan KDQOL SF36. Responden berjumlah 77. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov karena hasil berdistribusi normal (P=0,200) maka analisa bivariat menggunakan uji korelasi pearson.
Hasil: Hasil analisa bivariat untuk hubungan RLS dengan kualitas hidup menunjukkan nilai P=0,0001 yang berarti ada hubungan antara RLS dengan kualitas hidup pasien Hd. Sedangkan untuk hubungan Gangguan pola tidur dengan RLS menunjukkan hasil P=0,0001 yang artinya terdapat hubungan antara gangguan pola tidur dengan kualitas hidup pasien Hd.
Kesimpulan: terdapat hubungan antara restless leg syndrome dan gangguan pola tidur dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa
No other version available