Text
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dan Tingkat Stress Dengan Kejadian Preeklamsi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan [Skripsi]
Latar Belakang : Preeklamsia adalah gangguan hipertensi kehamilan khusus yang secara signifikan mempengaruhi morbiditas dan kematian ibu di seluruh dunia. Kriteria minimum diagnosis preeklamsia ialah hipertensi dengan tekanan darah lebih dari sama dengan 140/90 mmHg setelah gestasi 20 minggu. Faktor resiko penyebab preeklampsia antara lain adalah pekerjaan, interval pernikahan dengan kehamilan, penambahan berat badan selama hamil, usia kehamilan, usia ibu, pendidikan ibu, paritas, penyakit keturunan, stress, aktivitas fisik, riwayat preeklampsia dan eklampsia dikehamilan sebelumnya.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stress dengan kejadian preeklamsi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan >20 minggu sebanyak 120 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-Square. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian preeklamsi pada ibu hamil dengan nilai signifikan p value = 0,000
No other version available