Text
Pengaruh Pemberian Intervensi Pemberdayaan PMO Terhadap Optimalisasi Peran PMO Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas I Dan II Baturraden [Skripsi]
Latar Belakang: Setiap pasien Tuberkulosis paru mendapatkan seorang PMO namun tidak semua PMO melakukan peran dan tugasnya dengan optimal maka ada beberapa pasien yang terkadang berhenti berobat dengan memutuskan secara sepihak. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi pemberdayaan peran PMO terhadap optimalisas peran PMO. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen with one group pre and post test without control group design, Jumlah responden untuk kasus sebanyak 36 orang menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji paired t test. Hasil: Diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata sebelum intervensi (19,11±2,68) lebih kecil dari sesudah itervensi (26,36±2,61) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika rata-rata peran PMO sebelum intervensi lebih kecil dari ratarata peran PMO sesudah intervensi, maka terjadi peningkatan peran PMO. Hasil ini pun di perkuat dari perhitungan uji Paired t-test yang menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,000, jika nilai signifikansi (p) < 0,05, menunjukkan Ha diterima. Dengan kesimpulan Ha berbunyi “Terdapat perbedaan peran PMO sebelum intervensi dan peran PMO sesudah intervensiâ€. Kesimpulan: Sebelum intervensi pemberdayaan peran pengawas menelan obat (PMO) menujuukan bahwa peran PMO 97,2 persen belum optimal dan hanya 2,8 persen yang optimal setelah dilakukan intervensi pemberdayaan peran PMO menjadi 75% optimal dan hanya 25% yang belum optimal.
Kata Kunci:Optimalisasi, Pengawas Menelan Obat (PMO), Tuberkulosis
No other version available