Text
Hubungan Manajemen Diri Dengan Perubahan Kontrol Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas [Skripsi]
Latar belakang:Peningkatan penderita DM tipe II beresiko tinggi terhadap terjadinya komplikasi DM. Komplikasi pada pasien DM tipe II dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita DM. Pengendalian penyakit DM dibutuhkan adanya manajemen diri diabetes. Manajemen diri diabetes bertujuan menurunkan terjadinya resiko komplikasi lebih lanjut.
Tujuan: Mengetahui Hubungan Manajemen Diri dengan perubahan kontrol gula darah puasa Pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas 1 Kembaran Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 45 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil: Hasil penelitian kelompok usia responden sebagian besar pada usia 56-70 tahun yaitu sebanyak 35 orang (77,8%), jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak kelompok 38 orang (84,4%), pendidikan SD terbanyak 17 orang (37,8%), lama menderita DM terbanyak 1-5 tahun yaitu sebanyak 26 orang (57,8%), manajemen diri kurang baik sebanyak 25 responden (55,6%) dan pengontrolan gula darah yang terkontrol sebanyak 34 responden (75,6%). Uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan manajemen diri dengan perubahan kontrol gula darah pasien diabetes mellitus di Puskesmas 1 Kembaran Kabuapaten Banyumas dengan p value sebesar 0,786 (p > 0,05).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan manajemen diri dengan perubahan kontrol gula darah puasa pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas, hal ini disebabkan karena bukan merupakan salah satu factor penentu/ predisposisi penyakit DM
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Manajemen Diri, Perubahan Kontrol Gula Darah Puasa
No other version available